Tantangan Pemerintah Daerah dalam Penyusunan Peraturan Daerah Desa Adat: Upaya dalam Penetapan Desa Adat di Indragiri Hulu, Riau

Adli Hirzan, Mimi Hanida Abdul Mutalib

Abstract


The objective of this article is to explain the challenges that occur in establishing customary villages. This research uses a qualitative approach with a case study design. This study uses thematic analysis, which aims to identify patterns and determine themes. Data collected using interviews and documentation. The results of the study found that there were four challenges in making regional regulations for the establishment of customary villages: first, the drafting period for the determination of customary villages was carried out in a short period. Second, not prioritizing socialization. Third, local wisdom is considered less critical for the sub-district government. Fourth, there is no follow-up from the local government to establish local regulations. The results of this study have implications for the miscommunication of local governments in understanding the village law no. 6/2014. As a result, local governments have not fully rearticulated the village law regarding the establishment of customary villages.


Full Text:

PDF

References


Agus, A. A. (2017). Eksistensi Masyarakat Adat dalam Kerangka Negara Hukum di Indonesia. Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM, 4(1), 5–15.

Alhojailan, M. I. (2012). Thematic Analysis: A Critical Review of Its Process and Evaluation. West East Journal of Social Sciences, 1(1), 39–47.

Alkadafi, M., Rusdi, Nasution, F. R. A., & April, M. (2019). Kebijakan Penetapan Pemerintahan Kampung Adat di Kabupaten Siak Provinsi Riau. Jurnal El-Riyasah, 10(1), 1–20. https://doi.org/10.24014/jel.v10i1.7445

Arsyad, I., Sunito, S., & Kartodiharjo, H. (2016). Analisis Aktor dalam Pembentukan Kebijakan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Pasca Putusan MK 35 (Studi atas Peran AMAN dan Jaringannya dalam Mendorong Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Melalui UU Desa dan RUU PPMHA. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 4(3), 224–232. https://doi.org/10.22500/sodality.v4i3.14431

Buana, M. S. (2017). Hak Masyarakat Adat atas Sumber Daya Alam: antara Doktrin Pembangunan dan Hukum Hak Asasi Manusia Internasional. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 341–361. https://doi.org/10.22304/pjih.v4n2.a7

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Method Approaches (3rd ed.). Los Angeles: SAGE Publications.

Farakhiyah, R., & Irfan, M. (2019). Eksistensi Masyarakat Adat Tergerus oleh Kebutuhan Zaman: Studi Analisis Konflik Masyarakat Adat Sunda Wiwitan di Kuningan yang Terusir dari Tanah Adatnya Sendiri dengan Teori Identitas. JURNAL KOLABORASI RESOLUSI KONFLIK, 1(1), 44–54. https://doi.org/10.24198/jkrk.v1i1.20892

Fazar. (2014, October). Pemkab Indragiri Hulu akan Bentuk Desa Adat. Media Center Riau.

Hadi, A. (2017). Desa Adat dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia sebagai Implikasi Hukum setelah berlakunya UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. DiH Jurnal Ilmu Hukum, 13(26), 162–174. https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.1580

Hamamah, F., & Sarip. (2019). Optimalisasi Lembaga Adat Desa Meneguhkan Konstitusionalisme. PAGARUYUANG Law Journal, 2(2), 163–180.

Hamdi, S. (2018). Eksistensi Peran Majelis Adat Aceh dalam Mensosialisasikan Nilai-Nilai Pendidikan Islam di Wilayah Barat-Selatan Aceh. Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies, 5(1), 115–137. https://doi.org/10.20859/jar.v5i1.196

Heriyanto, H. (2018). Thematic Analysis sebagai Metode Menganalisa Data untuk Penelitian Kualitatif. ANUVA, 2(3), 317–324. https://doi.org/10.14710/anuva.2.3.317-324

Idris, Z., Apriani, D., & Erlina. (2019). Towards Legitimate Indigenous People and Problemetical in Indonesia. Asian Journal of Environment, History and Heritage, 3(1), 165–174.

Illiyani, M. (2018). Thinking Intellectually, Knowing Globally, and Act Locally: The Prospect of Kampung Naga as An Indigenous Village. Jurnal Masyarakat & Budaya, 20(1), 15–30. https://doi.org/10.14203/jmb.v20i1.588

Ishaq, I., & Minarsih, M. D. (2003). Tiga Lorong dalam Sejarah Kerajaan Indragiri (1735 – 1765). Pekanbaru: UNRI Press.

Jayus, J. A. (2019). Eksistensi Pewarisan Hukum Adat Batak. Jurnal Yudisial, 12(2), 235–253. https://doi.org/10.29123/jy.v12i2.384

Kalembang, E. (2018). Tanah Ulayat Sebagai Simbol Eksistensi Adat-Istiadat: Studi Kasus tentang Konflik Tanah Ulayat di Perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Segmen Bijael Sunan/Oelnasi. Sabda, 13(1), 44–58. https://doi.org/10.1051/matecconf/201712107005

Mohajan, H. K. (2018). Munich Personal RePEc Archive Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects. Journal of Economic Development, Environment and People, 7(1), 23–48.

Mulyanto. (2015). Keberlakuan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Bali dalam Perspektif Sosiologi Hukum. MIMBAR HUKUM, 27(3), 418–431. https://doi.org/10.22146/jmh.15880

Noor, R. S. (2018). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Di Kalimantan Tengah. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 115–131.

Nurhidayah, L. (2017). Pengelolaan SDA dan Hak-Hak Masyarakat Adat: Studi Kasus Enggano (Natural Resources Management and Adat Community Rights: Enggano Case Study). Jurnal Masyarakat & Budaya, 19(1), 27–44. https://doi.org/10.14203/jmb.v19i1.486

Pohan, M. N. (2018). Hukum Adat Sumatera Utara dalam Yurisprudensi di Indonesia. Doktrina: Journal of Law, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.31289/doktrina.v1i1.1607

Putri, E. T., Ramadhan, T. A., Sandya, S. N., Fazriyah, D. M. N., & Maharani, P. S. (2019). Eksistensi Lamin Adat Pemung Tawai Sebagai Identitas Sosial Masyarakat Dayak Kenyah. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 6(2), 58–69. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v6i2.2377

Radjab, D. (2015). Peluang Pembentukan Desa Adat di Provinsi Jambi. Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 1–11.

Rahman. (2018). Eksistensi Hukum Pidana Adat Melayu Jambi dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Yuridis UNAJA, 1(1), 1–14.

Rahman, E., Azhar, A., & Rohana, S. (2012). Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian dan Kebudayaan dan Kemasyarakatan, Universitas Riau.

Rahman, E., Syam, J., & Mardan. (2013). Tiga Lorong: teguh berdiri di tengah persimpangan riuh ramai. Pekanbaru: UNRI Press.

Rahman, F. (2018). Eksistensi Peradilan Adat dalam Peraturan Perundangan-Undangan di Indonesia: Melacak Berlakunya kembali Peradilan Adat di Indonesia dan Relevansinya bagi Upaya Pembangunan Hukum Nasional. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 13(2), 321–336. https://doi.org/10.33059/jhsk.v13i2.1066

Salam, S. (2016). Perlindungan Hukum Masyarakat Hukum Adat Atas Hutan Adat. Jurnal Hukum Novelty, 7(2), 209. https://doi.org/10.26555/novelty.v7i2.a5468

Salim, H. M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan. Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–255. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845

Subroto, A. (2019). Peran Negara Dalam Menjaga Eksistensi Masyarakat Hukum Adat. YURISKA: Jurnal Ilmiah Hukum, 11(1), 59–73. https://doi.org/10.24903/yrs.v11i1.457

Suganda, H., & Amin, R. M. (2016). Dinamika Politik Persetujuan Bersama Tentang Penetapan Desa Adat di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2014. Jurnal Ilmu Pemerintahan Nakhoda, 15(25), 38–50. https://doi.org/10.35967/jipn.v15i25.3850

Sulaiman, Adli, M., & Mansur, T. M. (2019). Ketidakteraturan Hukum Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Law Reform, 15(1), 12–24. https://doi.org/10.14710/lr.v15i1.23352

Supian, Fatonah, & Defrianti, D. (2018). Eksistensi dan penerapan hukum adat melayu di kota jambi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 02(02), 341–364.

Taufiqurakhman. (2014). Kebijakan Publik: Pendelegasian Tanggung Jawab Negara kepada Presiden selaku Penyelenggara Pemerintahan. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Moestopo Beragama (Pers).

Warjiyati, S. (2018). Eksistensi Hukum Adat Dalam Penyelesaian Konflik Pada Daerah Otonom. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 389–410. https://doi.org/10.21274/ahkam.2018.6.2.389-410

Wiguna, M. O. C. (2016). Pengaruh Eksistensi Masyarakat Hukum Adat terhadap Penguasaan Tanah Prabumian berdasarkan Konsepsi Komunalistik Religius di Bali. Jurnal Hukum Novelty, 7(2), 182–195.

Wijaya, E., Anggraeni, R., & Bachri, R. (2011). Desa Digital: Peluang untuk Mengoptimalkan Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 13(1), 75–88. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2013.13.1.158

Winarno, B. (2016). Kebijakan Publik Era Globalisasi. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).

Yeasmin, S., & Rahman, K. F. (2012). “Triangulation” Research Method as the Tool of Social Science Research. BUP Journal, 1(1), 154–163.

Zainal Abidin, Z. Z., & Ta Wee, S. (2013). Isu konflik tanah adat bagi Orang Asli di Malaysia. In Persidangan Kebangsaan Geografi dan Alam Sekitar Kali Ke 4 (pp. 577–583). Perak: Universiti Pendidikan Sultan Idris.




DOI: https://doi.org/10.36256/ijrs.v2i1.80

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Religion and Society

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indonesian Journal of Religion and Society (IJRS) Is Indexed By:

      

 

 

Creative Commons License
Indonesian Journal of Religion and Society (IJRS) is distribute under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IJRS Visitor