Terminal Barang Internasional (TBI) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Masyarakat di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia

Nikodemus Niko, Samkamaria Samkamaria

Abstract


Entikong has the potential for economic growth, strategic location, and formal access support that is already capable and advanced. This article explores the impact of the construction of an international terminal goods (Terminal Barang Internasional) at the border of Entikong on the economic development potential of border communities. The method used is a descriptive exploratory where the data sources derived from primary data (interviews and opinion actors), while secondary data from the review desk results related to the economic development of the community in the country's border area. With the accessible of Entikong's border to Malaysia makes economic growth in the region is a good implication towards improving the welfare of local communities. Especially with the construction of international Terminal (TBI) at the border of Entikong, it is hoped that Entikong is able to grow rapidly and make this frontier region as a growth motor for the government of Sanggau Regency in particular and West Kalimantan in general.


Full Text:

PDF

References


Abdulsyani. (1994). Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Asmarani, M., Suni, B., Nugrahaningsih, N. (2014). Kerjasama Sosial dan Ekonomi Malaysia-Indonesia. Jurnal Tesis PMIS-Untan-PSIP, 1-16

Astuti, T. M. P. (2018). Trafficking di Pos Lintas Batas Entikong-Tebedu: Kasus di Perbatasan Perbatasan Indonesia-Malaysia. Forum Ilmu Sosial. 45(1), 34-50

Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan. (2011). Desain Besar Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan perbatasan Tahun 2011-2025. Jakarta: BNPP

Chandler, D. (2009). Unravelling The Paradox of the “Responsibility of Protect”. Irish Studies in International Affairs, 20, 27-39

Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Elfitriani, Y., Legionosuko, T., Waluyo, S. D. (2018). Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Mendukung Upaya Penanganan Perdagangan Manusia di Perbatasan Indonesia dan Malaysia. Jurnal Diplomasi Pertahanan. 4(3), 120-136

Elyta. (2012). Penanggulangan Perdagangan Perempuan di Perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat: Perspektif Keamanan Manusia. Indonesian Journal of Dialectics. 2(2), 1-16

Fauzi, G. (2011) Profil Potensi Kawasan Perbatasan provinsi Kalimantan Barat. Jakarta: Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Republik Indonesia

Iva, R., dan Fauzan. (2012). Problem Diplomasi Perbatasan dalam Tata Kelola Perbatasan Indonesia-Malaysia. JSP, 16(2), 56-63

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku putih pertahanan Indonesia. Jakarta: Kemenhan RI

Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia

Koentjaraningrat. (1981). Sejarah Antropologi. Jakarta: UI Press

Kristi, P., Damayanti, C., Haqqi, H. (2018). Border Diplomacy Pemerintah Republik Indonesia Dalam Menangani Penyelundupan Gula Di Entikong. Jurnal Transformasi, 1(34), 1-12

Kurniadi, D. (2009). Strategi Pengembangan Wilayah Perbatasan Antarnegara: Memacu Pertumbuhan Ekonomi Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Tesis: Universitas Diponegoro Semarang.

Laki, J. (2006). Non Traditional Security Issues: Securitisation of Transnational Crime in Asia. Institute of Defence and Strategic Studies Workpaper. No. 98.

Laporan Pemerintahan Kecamatan Entikong (2010). Sanggau: Pemerintah Kecamatan Entikong

Lembaga Administrasi Negara. (2004). Kajian Manajemen Kawasan Perbatasan Negara.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lipsey, R. G., & Steiner, P. O. (1991). Pengantar Ilmu Ekonomi I Edisi Ke-enam. Jakarta: Rineka Cipta.

Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2004). Sosiologi Teks: Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Media Group

Niko, N. (2016). Kemiskinan Sebagai Penyebab Strategis Praktik Human Trafficking di Kawasan Perbatasan Jagoi Babang (Indonesia-Malaysia) Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC. Universitas Bakrie, Jakarta. 2-3 Mei 2016.

Niko, N. (2017). Fenomena Trafficking in Person di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. 4(1), 32-37.

Niko, N. (2019). 2019. Kemiskinan Perempuan Dayak Benawan sebagai Bentuk Kolonialisme Baru. Jurnal Pemikiran Sosiologi. 6(1), 58-76. https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47467

Ohmae, K. (1995). The end of Nations state: the rise of regional economics. New York: Free Press.

Rumford, C. (2006). ‘Borders and bordering’ (in G. Delanty (ed.) Europe and Asia Beyond East and West: Towards a New Cosmopolitanism). London: Routledge.

Santrock, J. W. (2007). Perkembangan Anak. Jilid 1 Edisi ke-sebelas. Jakarta: PT. Erlangga.

Simbolon, C. (2009).Pemberdayaan masyarakat Dalam rangka mengaman: Studi kasus propinsi Kalimantan Barat. Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada.

Soekanto, S. (2014). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Sumarsono. (2012). Pembangunan Kawasan Manajemen Tasbara. Jakarta: Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Kedeputian Batas Wilayah Negara.

Utomo, A. P. (2016). Strategi Pengembangan Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional. Vol. 5, No. 4,. 1.365-1.380.

Wangke, H. (2017). Kerjasama Indonesia-Malaysia dalam Pengelolaan Perbatasan di Kalimantan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Yovinus. (2016). Prospek Kerjasama Bilateral Indonesia-Malaysia Bagi Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Perbatasan. Jurnal Dinamika Global. Vol 1, No. 2, 24-43.




DOI: https://doi.org/10.36256/ijrs.v1i2.65

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Religion and Society

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indonesian Journal of Religion and Society (IJRS) Is Indexed By:

      

 

 

Creative Commons License
Indonesian Journal of Religion and Society (IJRS) is distribute under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IJRS Visitor